Thursday, January 11, 2018

Penyakit pada tanaman kubis-kubisan


Halo sobat jumpa lagi di blog Petani indonesia
Seperti biasa saya akan update artikel tntang mengenai tanaman sayuran
Kali ini saya masih akan membahas tentang penyakit yg ada pada tanaman sayur-sayuran salah satu nya KUBIS. 
Atau kalian bisa baca artikel lain tentang penyakit yg ada pada sayuran.

Baca juga :


Langsung saja tak perlu lama-lama kembali ke topik pembahasan
Berikut ini beberapa jenis penyakit yg ada menyerang pada tanaman KUBIS. 


  1. Busuk Hitam
PENYEBAB
penyakit ini adalah bakteri Xanthomonas campestris

GEJALA
pada tepi daun menguning dan berkembang terlihat seperti huruf V dan kering.
Tulang daun pada daun yang menguning berubah warna menjadi hitam.
Penyakit ini mudah disebarkan oleh cipratan air dan bersifat terbawa benih.
PENGENDALIAN
Teknik pengendalianya dengan cara melakukan perlakuan benih menggunakan Sodium Hypochlorite. 
Melakukan pergiliran tanam dngan tanaman yg bukan inang, seperti Jagung dan kacang-kacangan, setidak nya selama 2-3 tahun, membuang dan memusnahkan tanaman yg terserang
Serta pengunaan BAKTERISIDA berikut ini :

  • Streptomycine
  • Asam Oksolinik
  • Dazomet

2. Busuk Lunak
PENYEBAB
Penyebab penyakit ini adalah Bakteri Pectobacterium spp (Erwinia spp). 
GEJALA
Pada gelaja awal berupa luka seperti tersiram air panas,  lalu berkembang dengan cepat menjadi berwarna cokelat dan mengeluarkan aroma busuk.
Bakteri ini dapat bertahan di dalam tanah  dan sisa-sisa bagian tanaman.
Luka akibat proses Kultivasi, serangga-serangga dan panen merupakan awal dari infeksi.
Bakteri ini dapat disebarkan oleh aliran air, dan serangga.
Penyakit berkembang cepat dengan suhu 25-35°C, kondisi lembab, dan curah hujan tinggi.
Banyak ditemukan di dataran menengah dan tinggi.
PENGENDALIAN
Teknik pengendalianya dilakukan dengan cara menghindari Pelukaan, pengendalian pembawa serangga,
Serta peng aplikasian BAKTERISIDA berbahan aktif berikut :

  • Streptomycine
  • Oksitetrasiklin


3. Ulat Daun
PENYEBAB
Disebabkan oleh Ulat daun Kubis (Plutella Xylostella) berwarna hijau muda.
Panjang larva ini kira² 1 Cm.
Ulat bergerak aktif dan jikatersentuh akan menjatuhkan diri serta menggantungkan diri dengan benang halus.
Serangga dewasa berupa ngengat kecil kira² 6 mm panjangnya. , berwarna cokelat kelabu dan aktif pada malam hari. Ulat memakan permukaan bawah daun sehingga terjadi lubang-lubang pada daun.
Jumlah ulat tinggi di musim kemarau atau apabila keadaan cuaca kering selama beberapa minggu. Jumlah ulat yg tinggi terjadi setelah kubis berumur 6-8 minggu.
PENGENDALIAN
pengendalian Ulat dengan cara Tumpang Sari tanaman yang tdk di sukai seperti TOMAT.
Serta Aplikasi INSEKTISIDA berbahan aktif berikut :

  • Klorantraniliprol

Nah itu lah beberapa jenis penyakit yg ada pada jenis tanaman KUBIS-KUBISAN dan cara pengendalian nya 
Semoga saja artikel di blog ini bisa membantu kalian semua sobat Petani Indonesia

Terima kasih bagi anda yg sudah mengunjungi blog ini semoga bermanfaat. 
Sampai jumpa di artikel selanjut nya. 


Baca juga :

Jenis penyakit pada tanaman timun


Penyakit pada timun-timunan di golongkan menjadi beberapa jenis
Apa saja, yuk simak baik² artikel saya dibawah ini

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas lagi masih tentang PENYAKIT yang ada pada sayuran
Yg bakal saya bahas sayuran kali ini adalah JENIS TIMUN-TIMUNAN.
Apa saja jenis penyakit nya langsung saja.



  1. MYSV
Jenis penyakit timun-timunan
PENYEBAB
Penyebab penyakit ini adalah MYSV(Melon Yelow Spot Virus). 
Penyakit ini memiliki Kisaran inang di semua timun-timunan. 
GEJALA
daerah dekat tulang daun menjadi hijau gelap
Diluar daerah itu,  daun berwarna hijau terang ke Kuningan. 
Buah yang terinfeksi menjadi lebih kecil, berwarna hijau gelap, dan NET tidak sempurna.
Virus di sebarkan oleh Thrips palmi dan Pelukaan. 
PENGENDALIAN
dapat dilakukan dengan memusnahkan tanaman yg terinfeksi dan, 
Pengendalian terhadap Thrips dengan INSEKTISIDA berbahan aktip berikut :

  • Prefonos
  • Imidaklopir
  • Abamectin
  • Karbosulfan
  • Piraklofos
  • Tetasipermetin dll.


 2. ZYMV
Jenis penyakit pada timun-timunan
PENYEBAB
penyakit ini adalah ZYMV(Zuchini Yellow Mozaik Virus). Penyakit ini memiliki Kisaran inang di semua timun-timunan. Pada daun dijumpai bentol² berwarna hijau tua dan letaknya tersebar. 
Ukuran daun mengecil dan tanaman menjadi kerdil. Buah berbentuk tidak normal, permukaan benjol. 
Pada taraf serangan yang parah buah menjadi tidak berbiji. 
GEJALA
Gejala nampak jelas pada Tunas. 
Virus dapat ditularkan oleh aphid dan mekanik atau pelukaan. 
PENGENDALIAN
Dapat dilakukan dengan sanitasi terhadap gulma, 
Memusnahkan tanaman yg terinfeksi dengan mengubur atau membakar
Pengendalian terhadap hama VEKTOR
Serta menggunakan varietas tahan atau Toleran. 


Baca juga :






  • Penyakit utama pada cabai



  •  3. Virus kuning / Begomovirus

    Jenis penyakit pada tanaman timun-timunan
    PENYEBAB
    penyebab penyakit ini adalah Begomovirus (domain ditemukan TLCNDV(Tomato Leaf Curl New Delhi Virus)). 
    Penyakit ini memiliki Kisaran inang di semua timun-timunan. 
    Tanaman terinfeksi menjadi kerdil, ruas percabangan memendek, helaian daun mengecil, keriting dan berbentuk seperti mangkok, terkadang disertai perubahan warna menjadi kuning. 
    Tanaman yg terserang umum nya tidak berbunga (Infeksi saat tanaman berbunga menyebabkan bunga gugur sebelum penyerbukan) 
    Virus disebarkan oleh Vektor kutu kebul/kutu putih. 
    PENGENDALIAN
    Dapat dilakukan dngan memusnahkan tanaman yg sudah terinfeksi 
    Mencabut dan memusnahkan Gulma
    Dan mengendalikan hama pembawa virus
    Peng aplikasian memakai bahan aktif sudah saya bahas di artikel sebelum nya 
    Anda bisa baca bila anda kurang memahami cara meng aplikasikan nya. 


     4. Namamaroko (NMK) 
    Penyakit pada tanaman timun-timunan
    PENYEBAB
    Penyebab penyakit ini adalah CABYV(Cucumber Aphid-Borne Yellow Virus). 
    Daun yang terserang akan mengecil dan menguning,  mengkilat seperti plastikbserta agak keras dan tebal. 
    Tulang daun utama mengkerut,  bunga betina sangat berkurang, kalaupun ada akan tlmuncul dengan tidak sempurna
    Virus CABYV disebarkan oleh kutu daun Aphid. 
    Serangan terjadi pada fase awal pertumbuhan  tanaman dapat menyebabkan menjadi kerdil. 
    Kondisi hangat lembab sangat cocok untuk perkembangan aphid,  sehingga meningkatkan resiko penularan terhadap tanaman, 
    PENGENDALIAN
    Teknik pengendalian dapat dengan mengamati perkembangan Aphid sebagai Vektor pembawa Virus.  
    Memasang perangkap kuning yg dilapisi lem perekat aga jumlah aphid dapat di tekan, 
    Memusnahkan tanaman yg sudah terinfeksi. 
    Serta pengendalian aphid dengan aplikasi INSEKTISIDA berbahan aktif berikut :
    • Abamektin
    • Delta metrin
    • Alfa sipermetrin

     5. Bacterial Fruit Blotch
    Penyakit pada tanaman timun-timunan
    PENYEBAB
    Penyebab penyakit ini adalah Bakteri Acidovorax Avenae subs, Citrulli. 
    Penyakit ini memiliki Kisaran inang disemua timun² an. Terutama Melon, Labu, dan Semangka. 
    Permukaan kulit buah memar seperti tersiram air panas,  berwarna abu-abu kusam atau hijau tua. 
    Terdapat bagian yang busuk pada buah, gejala lanjut buah kopyor. 
    GEJALA
    Pada daun menguning dan buah menjadi kopyor
    Penyakit berkembang pada daerah yg panas dengan kelembaban tinggi. 
    Bakteri ini bersifat terbawa benih dan dapat menyerang semua bagian tanaman. 
    PENGENDALIAN
    Pengendalian dapat dilakukan dengan perbaikan saluran air agar tanah tdk tergenang
    Mengatur jarak benih dengan NaOCL, HCL dan peroxyqcetic acid. 
    Aplikasi BAKTERISIDA berbahan aktif TEMBAGA seperti :
    • Cupric hydroxide
    • Copper hidroxosulfate
    • Copper oxychloride

     6. layu Fusarium
    Penyakit pada tanaman timun-timunan
    PENYEBAB
    Penyebab penyakit ini adalah jamur Fusarium oxysporum.
    Penyakit ini memiliki Kisaran inang disemua timun-timunan.
    GEJALA
    Ditandai dengan mengusung nya separuh tanaman atau sebagian daun.
    Tanaman menjadi layu dan kering
    Apabila dibelah bagian pembuluh di batang berwarna ke cokelatan.
    Pada kondisi lembab, dapat ditemui masa jamur berwarna jingga di pangkal batang.
    Jamur dapat bertahan di tanah  dan dapat tersebar melalui alat pertanian dan air.
    PENGENDALIAN
    Dapat dilakukan dengan aplikasi FUNGISIDA berbahan aktif BENOMIL.
    Menggunakan varietas yang tahan,
    Serta melakukan pergiliran tanaman dan sanitasi Gulma.


     7. Gummy Stem Blight (Busuk Batang Berlendir) 
    Penyakit pada tanaman timun-timunan
    PENYEBAB
    Penyebab penyakit ini adalah jamur didymella bryoniae. 
    Penyakit ini memiliki Kisaran inang disemua timun²an dan bersifat terbawa benih. 
    GEJALA
    Penyakit ini dapat pada semua bagian tanaman kecuali akar
    Jaringan yg terinfeksi menunjukan titik titik hitam sebagai badan buah jamur dan pecah ketika kering
    Batang dan buah yg terinfeksi mengeluarkan getah coklat kehitaman yg mengeras. 
    PENGENDALIAN
    Dapat dilakukan dengan memperbaiki saluran air agar air tdk tergenang pergiliran tanaman selain inang,  mengatur jarak tanam yg mengurangi kelembaban, memusnahkan tanaman yg terinfeksi, menggunakan varietas tahan
    Serta aplikasi FUNGISIDA berbahan aktif berikut :

    • Heksokonazol
    • Tridemorf
    • Mankozeb
    • Tebukonazol
    • Metil Tiofanat
    • Pyraclostroblin
    • Chlorothalonil
    • Azoxystrobin
    • Kaptan
    Dan apabila pada musim hujan disarankan menggunakan bahan perekat atau surfaktan. 


     8. Powdery Mildew ( Embun Tepung) 
    Penyakit pada tanaman timun-timunan
    PENYEBAB
    Pnebab penyakit ini adalah jamur Sphaerotheca dan Erysiphe Cichoracearum. 
    Penyakit nini memiliki Kisaran inang di semua timun timunan. 
    GEJALA
    diawali dengan bercak kekuningan pada daun, bila keadaan lembab akan ditumbuhi masa jamur berwarna putih seperti tepung. 
    Bercak menjadi kecokelatan, kering, dan daun gugur. 
    Jamur berkembang pada kondisi hangat dan kelembaban tinggi. 
    Penyebaran melalui angin, percikan air, maupun terbawa secara mekanis. 
    PENGENDALIAN
    dapat dilakukan dengan mengatur jarak tanam untuk mengurangi kelembaban,
    Memusnahkan tanaman yg terinfeksi
    Serta aplikasi FUNGISIDA berbahan aktif berikut:

    • Propineb
    • Metal tiofanat
    • Tridemorf
    • Belerang
    • Menggukan varietas tahan. 



     8. Downy Mildew ( Embun Bulu/Kresek) 
    Penyakit pada tanaman timun-timunan
    PENYEBAB
    Penyebab penyakit ini yaitu jamur Pseudoperonospora cubensis yg memiliki Kisaran inang di semua timun2an. 
    GEJALA
    Pada Melon dan Ketimun gejala berupa bercak- bercak kekuningan pada permukaan daun bagian atas yg dibatasi tulang daun.
    Pada Semangka gejala berupa bercak kuning, tdk beraturan, yg selanjutnya mngering sehingga hanya tulang daun saja yg hijau. Pada saat kelembaban tinggi, dibawah permukaan daun akan nampak kumpulan jamur berwarna kehitaman.
    Kondisi yg mendukung perkembangan jamur adalah kelembaban tinggi dengan suhu 18-22°C atau hujan yg diselingi panas.
    PENGENDALIAN
    pengendalian dapat dilakukan dengan aplikasi FUNGISIDA berbahan aktif BELERANG berikut:

    • Hekaokonazol
    • Simoksanil
    • Mankozeb
    • Propineb

    Daftar isi Penyakit pada timun-timunan

    • MYSV
    • ZYMV
    • VIRUS KUNING / BEGOMOVIRUS
    • NAMAMAROKO (NMK) 
    • BACTERIAL FRUIT BLOTCH
    • LAYU FUSARIUM
    • GUMMY STEM BLIGHT( BUSUK BATANG BERLENDIR) 
    • POWDERY MILDEW(EMBUN TEPUNG) 
    • DOWNY MILDEW(EMBUN BULU/KRESEK) 

    Nah gmana sobat Petani indonesia, sekarang sudah tau kan, apa saja penyakit yg ada pada timun-timunan
    Semoga saja artikel saya bisa membantu anda yang belum mengetahui nya

    Sekian dan trimakasih sampai jumpa  di artikel saya Selanjutnya.  !!!


    Baca juga :


    Wednesday, January 10, 2018

    Hama dan penyakit utama pada cabai

    Baca juga artikel saya sebelum nya Penyakit pada terong

    Berikut ini saya akan mendeskripsikan beberapa jenis penyakit yg ada pada tanaman cabai.


    • Begomovirus/virus kuning
    Gejala tanaman yg terinfeksi begomovirus/virus kuning sangat bervariasi diantara nya daun menguning,
    keriting dan ukuran daun mengecil.
    Pada umumnya tanaman yg terinfeksi menjadi kerdil dan ruas-ruas pada percabangan memendek.
    Jika menyerang pada fase pembungaan, bunga menjadi gugur.
    Virus ini dsebarkan oleh kutu kebul/kutu putih/whitefly(Besimis tabaci).
    Teknik pengendalian dapat dilakukan dengan mengamati perkembangan kutu kebul dari awal penanaman, membuang dan memusnahkan tanaman yg telah terinfeksi, mencabut dan memusnahkan gulma yg merupakan inang alternatif dari kutu kebul.
    Pengendalian kutu kebul sebagai vektornya dengan aplikasi insektisida berbahan aktif berikut :
    Abakmektin
    Tiametoksam
    Metidation
    Diafenturion


    • Bercak bakteri
    Penyebab penyakit ini adalah bakteri Xanthomonas euvesicatoria. 
    Gejala awal pada daun berupa bercak bulat kecil, hitam dan basah.
    Sedangkan pada buah bercak berwarna cokelat kehitaman dan apabila diraba terasa cekung, kering dan mengeras.
    Pada batang, bercak berwarna hitam kecokelatan, dan nampak memanjang.
    Bakteri menyerang pada semua umur tanaman.
    Kondisi hangat Kisaran suhu 24-30°C dan kelembaban tinggi mendukung perkembangan penyakit ini.
    Penyebaran terjadi melalui cipratan air akibat hujan atau pun penyiraman.
    Teknik pengendalian dapat dilakukan dengan melakukan pergiliran tanam dengan tanaman yg bukan inang seperti kacang dan jagung, pemupukan rendah N agar tanaman tidak terlalu berair, mengatur jarak tanam agar tdk terlalu rapat.
    Melakukan pemangkasan daun-daun tua untuk mengurangi kelembaban disekitar tanaman
    Dan juga aplikasi BAKTERISIDA berbahan aktif berikut :

    1. Streptomycine
    2. Asam oksolinik
    3. Dazomet



    • Layu bakteri 


    Layu bakteri pada tanaman terong disebabkan oleh bakteri ralstonia solanacearum. Bakteri ini mempunyai kisaran inang yg sangat luas diantara nya TERONG, TOMAT dan CABAI.
    Gejala terkena penyakit ini :

    1. tanaman mendadak layu tanpa diawali gejala kekuningan pada daun. 
    2. Batang utama tampak hijau dan tegak, sedangkan tangkai daun dan helaian daun tampak layu pada siang hari
    3. Batang berwarna cokelatcokelat
    Jika pangkal batang dipotong dicelupkan pada air jernih maka akan muncul aliran bakteri menyerupai asap.
    Bakteri ini merupakan bakteri tular tanah dan dapat bertahan tanpa inang selama kurang lebih 2 tahun
    Bakteri berkembang pada suhu yg hangat, kelembaban tinggi dan curah hujan yg tinggi.

    Teknik pengendalian dilakukan dengan pergiliran tanaman, pencegahan dengan aplikasi BELERANG pada saat persiapan lahan, pemupukan rendah N agar tidak terlalu berair, mencabut tanaman yg sudah terinfeksi.
    Dan juga mengaplikasikan BAKTERISIDA berbahan aktif berikut :
    Streptomycine
    Asam oksolinik
    Dazomet 


    •  Hawar phytophthora
    Hawar phytophothora disebabkan oleh jamur phytophothora capsici. 
    Bagian tanaman yg terserang adlah daun, batang dan buah. Daun yg terserang menjadi busuk atau lodoh,  sedangkan pada batang terjadi penyempitan batang berwarna hitam dan buah yg terserang menjadi berwarna hitam dan sedikit lembek. 
    Penyakit ini berkembang pada suhu rendah dengan kelembaban tinggi. 
    Penyebaran dapat melalui percikan air dan angin. 
    Teknik pengendalian Dapat dilakukan dengan membuang dan memusnahkan bagian tanaman yg terserang, memangkas daun² tua untuk mengurangi kelembaban disekitar tanaman 
    Dan juga aplikasi FUNGISIDA berbahan aktif berikut :
    1. Dimetomorf
    2. Folpet
    3. Klorataronil
    4. Kaptam 
    5. Ziram
    6. Mankozeb
    7. Propineb
    8. Asibenzolar s-metyl dll
    Apabila pada musim penghujan disarankan menambah bahan perekat, yaa sobat Petani indonesia. 

    • Antraknosa/ patek
    Penyakit ini disebabkan oleh jamur colletotrichum sp. 
    Jamur ini menyerang buah baik muda maupun buah masak.
    Gejalanya bermula dari bercak kecil dan berkembang hampir ke seluruh permukaan buah dan menyebabkan buah menjadi busuk kering dan agak lunak.
    Dalam keadaan yg lembab, kumpulan spora yg terbentuk berwarna oranye hingga hitam tergantung jenis jamur colletotrichum yg berkembang.
    Buah yg terserang parah akan menjadi keriput dan kering.
    Suhu hangat (Kisaran 20-27°C) dan basah dapat mempercepat perkembangan penyakit ini.
    Jamur ini bersifat terbawa benih.
    Teknik pengendalian 

    1. membuang dan memusnahkan gulma dan sisa-sisa tanaman yg terinfeksi
    2. Mengatur jarak tanam agar tdk terlalu rapat sehingga kelembaban disekitar tanaman tidak berlebihan
    3. Membuang dan memusnahkan bagian tanaman yg terinfeksi
    Serta aplikasi FUNGISIDA berbahan aktif berikut:

    • Kloratalonil
    • Karbendazim
    • Propineb
    • Heksakonazol
    Pada musim hujan disarankan tambahkan lah bahan perekat.

    Dan sangat penting sekali yg perlu sobat Petani Indonesia ketahui dan di ingat²,
    Hal-hal yang paling tidak boleh dalam proses pencampuran PESTISIDA yaitu :

    1. Formulasi yang sama tapi berbeda merek dagang
    2. WP + EC
    3. Pestisida + pupuk DaunDaun
    Wajib di inget terus !!!
    Jangan berani² anda mencoba nya bila tidak ingin berdampak buruk pada tanaman anda ya sobat

    Baik semoga artikel ini bisa membantu sobat Petani indonesia yg ada dseluruh NUSANTARA.
    Sekian dan Terima kasih bagi anda yg sudah mengunjungi blog saya
    Tunggu update terbaru artikel saya selanjut nya 😉😉



    Tuesday, January 9, 2018

    Mengatasi penyakit tanaman terong


    Artikel kali ini saya bakal bahas tanaman terong tentang penyakit nya.
    Pada arikel sebelum nya Saya juga sudah bahas artikel tentang Terong Disini
    Berikut langsung saja ke topik pembahasan.

    Penyakit utama terong

    • Geminivirus/Begomovirus/virus kuning

    Gejala tanaman yg terinfeksi begomovirus/virus kuning sangat bervariasi diantara nya daun menguning,
    keriting dan ukuran daun mengecil.
    Pada umumnya tanaman yg terinfeksi menjadi kerdil dan ruas-ruas pada percabangan memendek.
    Jika menyerang pada fase pembungaan, bunga menjadi gugur.
    Virus ini dsebarkan oleh kutu kebul/kutu putih/whitefly(Besimis tabaci).
    Teknik pengendalian dapat dilakukan dengan mengamati perkembangan kutu kebul dari awal penanaman, membuang dan memusnahkan tanaman yg telah terinfeksi, mencabut dan memusnahkan gulma yg merupakan inang alternatif dari kutu kebul.
    Pengendalian kutu kebul sebagai vektornya dengan aplikasi insektisida berbahan aktif berikut :
    Abakmektin
    Tiametoksam
    Metidation
    Diafenturion 

    • Hawar phomopsis

    Penyebab penyakit ini adalah jamur phomopsis vexans. Gejala yg ditimbulkan adalah terjadi nya pembusukan pada bagian buah batang. Ciri khusus yg ditimbulkan adalah terdapat bintik² hitam pada bagian terserang dengan pola melingkar. Jika yg terseng adalah bagian pangkal batang, maka tanaman akan layu. 
    Penyebaran jamur ini dapat melalui irigasi/saluran air ataupun percikan air dan juga melalui tanah. 
    Teknik pengendalian dapa dilakukan dengan menjaga kelembaban tanaman agar tidak terlalu tinggi, membuang dan memusnahkan bagian tanaman terserang. 
    Serta aplikasi FUNGISIDA berbahan aktip berikut :
    Tebukozanol
    Mankozeb
    Difekonazol
    Heksakonazol


    •  LAYU BAKTERI 

    Layu bakteri pada tanaman terong disebabkan oleh bakteri ralstonia solanacearum. Bakteri ini mempunyai kisaran inang yg sangat luas diantara nya TERONG, TOMAT dan CABAI.
    Gejala terkena penyakit ini :

    1. tanaman mendadak layu tanpa diawali gejala kekuningan pada daun. 
    2. Batang utama tampak hijau dan tegak, sedangkan tangkai daun dan helaian daun tampak layu pada siang hari
    3. Batang berwarna cokelatcokelat
    Jika pangkal batang dipotong dicelupkan pada air jernih maka akan muncul aliran bakteri menyerupai asap.
    Bakteri ini merupakan bakteri tular tanah dan dapat bertahan tanpa inang selama kurang lebih 2 tahun
    Bakteri berkembang pada suhu yg hangat, kelembaban tinggi dan curah hujan yg tinggi.

    Teknik pengendalian dilakukan dengan pergiliran tanaman, pencegahan dengan aplikasi BELERANG pada saat persiapan lahan, pemupukan rendah N agar tidak terlalu berair, mencabut tanaman yg sudah terinfeksi.
    Dan juga mengaplikasikan BAKTERISIDA berbahan aktif berikut :
    Streptomycine
    Asam oksolinik
    Dazomet 
     Dan sangat penting sekali yg perlu sobat Petani Indonesia ketahui dan di ingat²,
    Hal-hal yang paling tidak boleh dalam proses pencampuran PESTISIDA :

    1. Formulasi yang sama tapi berbeda merek dagang
    2. WP + EC
    3. Pestisida + pupuk DaunDaun
    Wajib di inget terus !!!
    Jangan berani² anda mencoba nya bila tidak ingin berdampak buruk pada tanaman anda ya sobat

    Baik semoga artikel ini bisa membantu sobat Petani indonesia yg ada dseluruh NUSANTARA.
    Sekian dan Terima kasih bagi anda yg sudah mengunjungi blog saya
    Tunggu update terbaru artikel saya selanjut nya 😉😉


    Bahaya Pestisida

    Malem sobat bloger
    Kembali disini saya akan berbagi artikel lagi tentang bahaya nya obat PESTISIDA bagi kesehatan mahluk hidup/Manusia
    Tak perlu lama-lama langsung saja ke topik kita 😄😉

    Menurut WHO (Word Health Organization) diperkirakan
    Terdapat 3 juta kasus keracunan pestisida setiap tahun nya, dengan angka kematian mencapai 220.000.


    Dalam kadar tertentu pestisida dapat 
    Berpengaruh pada kesehatan saraf :
    >> Penurunan daya ingat (memory loss) 
    >> Penurunan kemampuan koordinasi
    >> Penurunan kecepatan respon pada rangsangan
    >> Penurunan penglihatan
    >> Penurunan kemampuan motorik (gerak) 

    Selain berpengaruh pada saraf terpapar
    Pestisida dalam konsentrasi tertentu dalam
    Waktu yg lama dapat menyebabkan :
    >> Asthma
    >> Alergi dan hipersensitivitas
    >> Kanker
    >> Gangguan hormonal
    >> Gangguan reproduksi dan perkembangan janin


    Sedikit pengertian tentang PESTISIDA !!
    PESTISIDA tersusun atas bahan aktif yg mampu membunuh organisme target,
    Dan bahan yg bersifat inert yg membantu bahan aktif bekerja lebik efektif.
    Bahan tersebut bersifat racun jika terhirup maupun jika terserap kulit. 

    Berikut ini mungkin prosedur keamanan penggunaan PESTISIDA atau rekomendasi yg dapat saya berikan kepada para pengguna pestisida khusus nya sobat Petani indonesia :
    >> Gunakan sarung tangan
    >> Gunakan kaca mata
    >> Gunakan sepatu boots
    >> Gunakan masker
    >> Gunakan respirator
    >> Dan paling penting yg perlu di ingat setelah anda menggunakan PESTISIDA yaitu 
    Cuci tangan dan muka setelah selesai Wajib!! 

    Di inget² ya sobat bloger Petani indonesia, karena keselamatan kita lebih penting.
    Mudah-mudahan arikel ini bisa memberi anda sedikit pengetahuan tentang bahaya nya PESTISIDA bagi Manusia
    Kalo buat hama mah ya gak papa ya sobat heheehe

    Sekian dulu artikel saya kali ini
    Tuggu update an artikel saya selanjut nya
    Terima kasih sudah mengunjungi blog ini.


    Monday, January 8, 2018

    Cara agar tanaman kacang panjang berbuah lebat


    Sore..
    Ketemu lagi di blog saya Petani indonesia,
    Seperti biasa saya akan berbagi tips tentang seputar dunia pertanian di wilayah saya.
    Yang mudah2an bisa bermanfaat bagi para pengunjung Setia blog saya.



    Ok, tak perlu berlama-lama langsung saja
    Saka akan berbagi tips cara perawatan KACANG PANJANG supaya genjah
    Mungkin cara nya memang hpir sama seperti artikel yg sudah saya bahas sebelumnya yaitu tentang Cara menanam dan perawatan tanaman TERONG
    Disitu sudah leng caranya
    Tapi kalo kacang ini sedikit berbeda ya sobat bloger
    Perawatannya yg hampir sama tapi beda caranya.

    Langsung saja cara cara nya :

    >> Persiapkan benih dengan kualitas yg bermutu, atau benillh yg sudah bersertifikasi bermutu pada produk tertertentu

    >> JARAK PENANAMAN
    jarak penanaman yg biasa sering dilakukan yaitu antara 25-30 cm

    >> SIAPKAN JUGA AJER
    Ajer sebagai media perambat untuk tanaman kacang itu sendiri,  supaya bisa menumbuhkan Batang² kacang itu

    >> PERAWATAN
    Dan untuk perawatan nya biasanya pada tanaman KACANG PANJAGENJAH

    Yg menjadi musuh utama adalah kutu kebul yg sering hinggap di daun pada kacang
    Karena tumbuhan kacang ini sangat rentan akan KUTU KEBUL
    maka dari itu pembasmian menggunakan obat KIMIA atau ALAMI
    Harus dilakukan secara berkala supaya tidak menimbulkan efek pada buah nanti nya.

    >> MENGURANGI DAUN PADA KACANG PANJANG
    Naahh ini paling penting karena pada saat tanaman KACANG PANJANG ini sudah mendekati usia pemanenan
    Usahakan mengurangi daun yg ada pada Batang nya
    Karena ini bertujuan untuk menyuburkan hasil pada buah kacang itu
    Apabila ini tdk dlakukan maka buah tersebut takan bisa membesar atau pun memanjang karena faktor daun yg berlebiha
    Tujuan lainya juga untuk mengurangi kutu kebul agar tak hinggap di tumbuhan KACANG PANJANG

    >> PEMANENAN
    Pemanenan biasa nya dilakukan ketika umur si KACANG PANJANG itu sudah mencapai 30-35 hari
    Rata2 pada umur itu kacang panjang bisa dipanen.
    Dan jarak pemananenan juga kebanyakan 2 hari sekali



    Tanaman yg satu ini sangat banyak diminati di kalangan para petani di NUSANTARA
    Karena seperti yg saya bilang tadi  tanaman ini yaitu GENJAH
    Yg berarti umur tanaman yg tidak lama dan proses pemanenanya jug tidak butuh waktu lama
    Cocok untuk bisa mencukupi kebutuhan sehari hari bagi kalangan para PETANI.
    Karena hanya membutuhkan kurang lebih 1 bulan sudah bisa menikmati hasil nya

    Dan mudah² an artikel saya ini bisa membantu kalian yg mengunjungi blog saya khusus nya dalam bidang Pertanian.
    Terus ikuti saya di blog ini,  karena saya akan terus update artikel setiap harinya
    Dan akan memberikan informasi seputar dunia pertanian

    Terima kasih dan sampai jumpa besok di artikel saya selanjut nya.



    Sunday, January 7, 2018

    Cara merawat tanaman sayuran TERONG

    Merawat tanaman Terong

    Kali ini saya akan membahas salah satu jenis tanaman terong dan perawatan nya
    Terong ini adalah termasuk jenis sayuran yg banyak diminati di kalangan perkotaan maupun di pedesaan
    Karena kaya akan vitamin yg terkandung di dalam nya

    Dan saya akan membahas cara perawatan nya berikut...

    Disini saya tidak merekomendasikan apa saja merek atau lebel jenis terong yg akan anda tanam
    Bebas terserah anda,  tergantung selera konsumen
    Disini kami petani Indonesia memakai benih


                                        YUVITA F1


    YUVITA F1 yg diluncurkan oleh salah satu PT diindonesia yaitu CAP PANAH MERAH
    yang tidak kalah Bagus nya dengan produk jenes lainya yg banyak bertebaran di pasaran
    Panah merah adalah salah satu PT yg tersukses yg ada di NUSANTARA.



    Salah satu keunggulan bening ini adalah
    Buah banyak
    Dan pertumbuhan yg cepat

    Perawatannya juga cukup mudah tanaman yg satu ini
    Tidak seribet anda menanam tanaman seperti CABE.
    Tanaman terong yg prakti dan mudah sehingga banyak para petani yg beralih pada tanaman yg satu ini
    Terong pun memiliki harga jual yg tak kalah mahal dengan sayuran² jenis lainya
    Seperti : Kacang panjang,  Labu, Gambar, Buncis dan lain².

    Perawatan terong mudah dan semua para petani pemula pasti bisa melakukanya.
    Karena sangat simple.
    Tanaman ini tak memerlukan kerja yg begitu keras tidak seperti tanaman cabe yg membutuhkan ketekunan tinggi

    Berikut Cara perawatanya :

      1 .Penyemprotan dilakukan setiap 3-4 hari sekali
    Memakai obat alami ataupun kimia
    Dilakukan untuk membasmi hama ataupun untuk proses pembuahan lebih cepat

      2. Pemupukan dilakukan tergantung proses pertumbuhan tanaman TERONG anda
    Karna pemukan jika dilakukan secara berlebihan bukanya tanaman kita subur malah ancur
    Usahakan secukup nya memakai pupuk yg sesuai pertumbuhan tanaman anda

      3. Apabila kalian memakai salah satu jenis terong yg panjang
    Jenis terong panjang>>
      YUMI
      LAVINA
      MASTENG dll
    Kalau anda memakai jenis terong2 tersebut usahan memakai (ajer) media penyangga seperti pada tanaman cabe
    Jenis terong tersebut memiliki pertumbuhan cepat dan tanaman nya bisa tinggi sampai 1 meter lebih

      4. Pembasmian hama dilakukan jangan sampai ber efek pada Terong tersebut atau pada tanaman tersebut
    Pengobatan seperti ini sudah saya bahas pada artikel sebelum nya,  baca juga Di SINI.

     5. Dan cara penyemprotanya juga lihat DI SINI


    Memahami faktor musim yg ada pada daerah anda sendiri itu juga penting
    Tak kalah juga mengamati harga jual tanaman sayuran di pasaran daerah anda sendiri
    Supaya agar lebih memuaskan ketika anda hendak memanen TERONG tersebut.

    Apabila anda kurang memahami apa yg ada pada artikel saya
    Anda bisa bertanya langsung pada saya dengan mengikuti saya atau komentar
    Insyaallah saya akan menjawab sebisa saya.

    Dan sekian dulu artiket saya ini semoga bisa membantu sobat Setia blog Petani indonesia.

    Artikel terkait

    Bagaimana cara mengatasi penyakit Patek/antraknosa atau krepek

    Bagaimana sih cara mengatasi penyakit patek /antraknosa/krepek pada tanaman cabai??  Petani memang sedikit dbuat kewalahan dengan penyakit...