Saturday, January 13, 2018

Merawat kopi agar berbuah lebat


Ok langsung saja saya akan membagikan cara/tips membudidayakan tanaman kopi ini.
Tanaman kopi yg tentunya tanaman ini sudah tdk asing lagi bagi masyarakat Indonesia.
Karena kopi ini sendiri banyak di budidaya di Indonesia dan tdk bisa di pungkiri biasa nya kopi ini sudah menjadi salah satu favorit untuk dijadikan minuman khusus nya di kalangan masyarakat petani Indonesia sendirii.
 
    Seperti yg kita tau bawasanya tanaman kopi ini termasuk tanaman yg hanya berbuah sekali dalam setahun.
Jadi dari mulai pembungaan sampai menjadi buah masak sampai bisa dipanen itu memerlukan waktu antara 10-11 bulan.

Untuk kopi itu sendiri ada beberapa perawatan yg mungkin tdk dilakukan di tanaman lain.
Antara lain :

  • Pembuangan Tunas Liar
Pembuangan tunas pada tanaman kopi itu sendiri dilakukan sebulan sekali. 
Untuk tunas liar itu sendiri ada 2 macam
  • Tunas liar batang
  • Tunas liar pada ranting/kipas
Untuk tunas batang biasa nya tumbuh dipangkal/di batang itu sendiri. 
Dan sangat menggangu proses pertumbuhan batang induk itu sendiri. 
Kalau tdk dibuang batang bisa mati. 
Dan untuk tunas ranting/kipas
Biasa nya dia tumbuh pada sela-sela bunga dan itu juga harus dbuang karna sangat mengganggu proses bunga untuk menjadi buah. 

  • Pemilihan Tunas baru/Peremajaan. 
Pemilihan tunas baru atau premajaan itu bisa dilakukan bila mana tunas induk sudah tdk maksimal. 

Untuk jenis kopi seperti diatas untuk cara peremajaanya ketika batang induk sudah berbuah 2x / 2 musim istilah nya.
Kita harus siapkan tunas dari batang induk
Cari tunas yg paling bawah sendiri
Ketika tunas baru mulai berbuah kita potong batang induk nya.
Untuk kopi diatas,  cara peremajaan nya ini lain dengan jenis kopi seperti yg pertama diatas.
Untuk tipe yg ini cara peremajaan nya kita harus menyiapkan tunas muda dari pangkal tunas,  bukan dari pangkal batang.


  • Perantingan
Cara perantingan biasa nya dilakukan sesudah buah kopi masak dan sudah dipetik/panen. 
Kita lakukan pemangkasan pada ranting yg sudah tua, agar pertumbuhan ranting yg akan/belum berbuah bisa normal dan maksimal. 

Untuk pemupukan seperti biasa kita lakukan 2x dalam semusim. 
Untuk pemupukan pertama :
  • Kita lakukan sebelum kopi berbunga. 
Untuk pemupukan ke dua :
  • Kita lakukan ketika buah kopi masih muda atau dalam istilah kelapa nya masih DUGAN. 

Nah itu lah beberapa cara perawatan pada tanaman kopi sobat, 
Terima kasih sudah mengunjungi blog kami. 

Friday, January 12, 2018

Penyakit tanaman jagung yang disebabkan oleh jamur

Apa saja sihh,  jenis penyakit yang menyerang pada tanaman jagung??
Langsung saja saya akan memberikan artikel tentang jenis apa saja penyakit nya,
Berikut adalah jenis² penyakit nya!!


  • Karat Daun
  • Hawar Turcium
  • Hawar Maydis 
  • Downy Mildew
  • Penggerek Batang 
  • Busuk Pelepah
  • Busuk Batang ( Bakteri) 
  • Maize Dwarf Mozaik Virus


Nah itu lah beberapa jenis penyakit penyakit yg menyerang pada tanaman jagung, 
Untuk penjelasan lebih detail nya
Saya akan menjelaskan kan 1 per 1 dari jenis penyakit nya dibawah ini

Baca juga :

 1. Hawar Turcicum

PENYEBAB
Penyakit ini dsebabkan oleh jamur Helminthosporium Turcicum. 
GEJALA
Gejala awal sangat mudah dikenali,  berbentuk sedikit oval dan bintik-bintik kecil muncul pada daun, tangkai daun, dan bahkan pada batang tanaman.
Penyakit ini berkembang hampir di seluruh DUNIA, khusus nya daerah yg kelembaban yg sangat tinggi dan suhu sedang.
PENGENDALIAN
Dapat dilakukan dengan cara membersihkan lahan dari gulma,  dan semua sisa² pertanaman sebelum nya,  mencabut tanaman yg terinfeksi,  buang dan hancurkan jauh dari lokasi tanaman
Semprot FUNGISIDA berbahan aktif berikut :
  • Kloratalonil
  • Mankozeb
  • Propinep
  • Dimetomorf
  • Siplokonazol
  • Heksakonazol atau Benomil
Tanam varietas tahan dan pastikan sejak awal tanaman mendapat asupan air dan makanan,  Jangan kekurangan dan jangn Kelebihan. 

 2. Karat Daun
PENYEBAB
penyakit ini disebabkan oleh jamur Puccinia sp
GEJALA
Gejala yg ditimbulakan berupa bintil² kecil yg dikelilingi warna kuning.
Gejala dapat muncul pada daun, pada tangkai, bahkan pada batang tanaman.
Jamur ini sangat mudah disebarkan oleh angin atau gesekan antar tanaman yg rapat dan dapat bertahan pada sisa tanaman terinfeksi yg dbuang ke tanah.
PENGENDALIAN
Dapat dialakuakan pencegahan dengan membersihkan lahan dari tanaman sebelumnya, cabut tanaman yg terinfeksi
Semprot FUNGISIDA berbahan aktif berikut :
  • Kloratalonil
  • Mankozeb
  • Propinep
  • Dimetomorf
  • Siplokonazol
  • Heksakonazol atau Benomil
Tanam varietas tahan dan pastikan sejak awal tanaman mendapat asupan air dan makanan,  Jangan kekurangan dan jangn Kelebihan.


 3. Downy Mildew (Bulai) 
PENYEBAB
Penyakit ini banyak dijumpai di negara Indonesia.
Penyebabnya adalah jamur Peronosclerospora Maydis. 
GEJALA
Gejala berupa garis kuning atau pilutih sejajar dengan tulang daun. 
Pada titik tumbuh jamur, biasa nya terjadi gangguan pembentukan zat hijau daun(klorosis).  Tanaman ini tidak akan tumbuh optimal karena akar tanaman terhambat perkembangan nya. Bila menyerang tanaman pada saat dewasa, biji yg dihasilkan tidak optimal. 
PENGENDALIAN
Dapat dilakukan dengan membersihkan lahan dari gulma dan semua sisa pertahanan sebelumnya,  mencabut tanaman yg terinfeksi, pergantian tanaman selain jagung, aplikasi FUNGISIDA,
Tanaman varietas tahan, dan pastikan tanaman cukup air dan makanan.  Jangan kekurangan atau pun kelebihan.

 4. Hawar Maydis
PENYEBAB
penyakit ini dsebabkan oleh jamur Helminthosporium Maydis. 
GEJALA
Berupa luka kecil berbentuk bujur sangkar. 
Gejala berkembang memanjang hanya berada diantara tulang daun,  sehingga bentung gejala seperti bentuk persegi panjang. 
Penyakit ini lazin ditemukan pada area penanaman jagung yang panas dan lembab. 
PENGENDALIAN
Dapat dialakuakan pencegahan dengan membersihkan lahan dari tanaman sebelumnya, cabut tanaman yg terinfeksi
Semprot FUNGISIDA berbahan aktif berikut :
  • Kloratalonil
  • Mankozeb
  • Propinep
  • Dimetomorf
  • Siplokonazol
  • Heksakonazol atau Benomil
Tanam varietas tahan dan pastikan sejak awal tanaman mendapat asupan air dan makanan,  Jangan kekurangan dan jangn Kelebihan.


 5. Penggerek Batang
PENYEBAB
dsebabkan oleh ulat Ostrinia Furnacalis. 
GEJALA
Gejala yg ditimbulkan berupa berilupa kerusakan pada mekanis pada Daun, Bunga,Batang,dan Tongkol.
Serangan pada umur tanaman 2 dan 4 minggu berpusat pada Daun, Pucuk dan Batang.
Serangan pada umur 6 minggu pada Daun,Batang, Bunga jantan dan Bunga betina(tongkol muda)
PENGENDALIAN
Pengendalian dapat dilakukan dengan agensia hayati seperti

  • TRICHOGAMMA SP
  • Melakukan penanaman tanaman non inang
  • Dan pengontrolan secara mekanik menggunakan perangkap cahaya.

 6. Busuk Pelepah
PENYEBAB
disebabkan oleh jamur Rhizoktonia Solani F sp sasaki. 
Penyakit ini berkembang pada bagian daun dan pelepah daun. 


GEJALA
Berupa bercak konsentris berwarna cokelat keabu-abuan.  Serangan dimulai pada daun pertama dan kedua dari permukaan tanah dan akhirnya berkembang menuju tongkol. 
Pada daerah tropis serangan utama nya berupa tongkol yg membusuk dan sangat jelas terlihat berwarna kecokelatan. 
PENGENDALIAN
Pengendalian dapat dilakukan dengan pengaplikasian agensi hayati pada tanah seperti:
  • Trichoderma
  • Gliocladium
  • Laetisaria
Dan juga semprot FUNGISIDA berbahan aktif berikut:

  • Kloratalonil
  • Mankozeb
  • Propinep
  • Dimetomorf
  • Siplokonazol
  • Heksakonazol atau Benomil
  • Dan tidak melakukan penyiraman secara berlebihan
  • Memastikan sistem drainase pada lahan cukup baik. 

 7. Busuk Batang (Bakteri) 

PENYEBAB
Penyakit ini disebab kan oleh  erwinia chrysanthemi pv.zeae.
Patogen ini dapat berkembang dengan cepat pada kondisi  hangat dan kelembaban  yg tinggi. 
GEJALA
Tanaman yg terserang akan layu diawali daun atas yg kering dan bertekstur remah serta berwarna cokelat gelap
Serta itu gejala pada pangkal batang terlihat seperti tersiram air panas, berbau busuk  dan bertekstur lembek dan di ikuti kemunculan larva. 
PENGENDALIAN
Pengendalian sama saja seperti penyakit pada nomer 7 diatas.


 8. Maize Dwarf Mozaik Virus

PENYEBAB
Penyakit ini disebabkan oleh virus Aphid
Beberapa laporan menyebutkan virus ini bersifat tular benih
GEJALA
Gejala umum yg muncul yaitu berupa adanya garis² berwarna hijau terang dan hijau gelap sepanjang jaringan diantara tulang daun maupun tulang dahanya.
Gejala cenderung terus melihat hampir pada seluruh fase pertumbuhan dan perkembangan tanaman.  Tongkol tdk akan terisi sempurna.
PENGENDALIAN
Pengendalian dapt dilakukan dengan melakukan pengontrolan terhadap perkembangan aphid, yakni dengan melakukan penyemprotan INSEKTISIDA berbahan aktif berikut:

  • Abamectic
  • Deltametrin
  • Dan Alfa sipermetrin
Pastikan menggunakan benih yang bebas Maize dwarf mosaik virus. 

Nah itulah penjelasan mengenai jenis penyakit yg ada pada tanaman jagung
Semoga membatu kalian yg belum tau
Sampai jumpa lagi di artikel saya selanjutnya

   TERIMA KASIH 


Baca juga :

Thursday, January 11, 2018

Penyakit pada tanaman kubis-kubisan


Halo sobat jumpa lagi di blog Petani indonesia
Seperti biasa saya akan update artikel tntang mengenai tanaman sayuran
Kali ini saya masih akan membahas tentang penyakit yg ada pada tanaman sayur-sayuran salah satu nya KUBIS. 
Atau kalian bisa baca artikel lain tentang penyakit yg ada pada sayuran.

Baca juga :


Langsung saja tak perlu lama-lama kembali ke topik pembahasan
Berikut ini beberapa jenis penyakit yg ada menyerang pada tanaman KUBIS. 


  1. Busuk Hitam
PENYEBAB
penyakit ini adalah bakteri Xanthomonas campestris

GEJALA
pada tepi daun menguning dan berkembang terlihat seperti huruf V dan kering.
Tulang daun pada daun yang menguning berubah warna menjadi hitam.
Penyakit ini mudah disebarkan oleh cipratan air dan bersifat terbawa benih.
PENGENDALIAN
Teknik pengendalianya dengan cara melakukan perlakuan benih menggunakan Sodium Hypochlorite. 
Melakukan pergiliran tanam dngan tanaman yg bukan inang, seperti Jagung dan kacang-kacangan, setidak nya selama 2-3 tahun, membuang dan memusnahkan tanaman yg terserang
Serta pengunaan BAKTERISIDA berikut ini :

  • Streptomycine
  • Asam Oksolinik
  • Dazomet

2. Busuk Lunak
PENYEBAB
Penyebab penyakit ini adalah Bakteri Pectobacterium spp (Erwinia spp). 
GEJALA
Pada gelaja awal berupa luka seperti tersiram air panas,  lalu berkembang dengan cepat menjadi berwarna cokelat dan mengeluarkan aroma busuk.
Bakteri ini dapat bertahan di dalam tanah  dan sisa-sisa bagian tanaman.
Luka akibat proses Kultivasi, serangga-serangga dan panen merupakan awal dari infeksi.
Bakteri ini dapat disebarkan oleh aliran air, dan serangga.
Penyakit berkembang cepat dengan suhu 25-35°C, kondisi lembab, dan curah hujan tinggi.
Banyak ditemukan di dataran menengah dan tinggi.
PENGENDALIAN
Teknik pengendalianya dilakukan dengan cara menghindari Pelukaan, pengendalian pembawa serangga,
Serta peng aplikasian BAKTERISIDA berbahan aktif berikut :

  • Streptomycine
  • Oksitetrasiklin


3. Ulat Daun
PENYEBAB
Disebabkan oleh Ulat daun Kubis (Plutella Xylostella) berwarna hijau muda.
Panjang larva ini kira² 1 Cm.
Ulat bergerak aktif dan jikatersentuh akan menjatuhkan diri serta menggantungkan diri dengan benang halus.
Serangga dewasa berupa ngengat kecil kira² 6 mm panjangnya. , berwarna cokelat kelabu dan aktif pada malam hari. Ulat memakan permukaan bawah daun sehingga terjadi lubang-lubang pada daun.
Jumlah ulat tinggi di musim kemarau atau apabila keadaan cuaca kering selama beberapa minggu. Jumlah ulat yg tinggi terjadi setelah kubis berumur 6-8 minggu.
PENGENDALIAN
pengendalian Ulat dengan cara Tumpang Sari tanaman yang tdk di sukai seperti TOMAT.
Serta Aplikasi INSEKTISIDA berbahan aktif berikut :

  • Klorantraniliprol

Nah itu lah beberapa jenis penyakit yg ada pada jenis tanaman KUBIS-KUBISAN dan cara pengendalian nya 
Semoga saja artikel di blog ini bisa membantu kalian semua sobat Petani Indonesia

Terima kasih bagi anda yg sudah mengunjungi blog ini semoga bermanfaat. 
Sampai jumpa di artikel selanjut nya. 


Baca juga :

Jenis penyakit pada tanaman timun


Penyakit pada timun-timunan di golongkan menjadi beberapa jenis
Apa saja, yuk simak baik² artikel saya dibawah ini

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas lagi masih tentang PENYAKIT yang ada pada sayuran
Yg bakal saya bahas sayuran kali ini adalah JENIS TIMUN-TIMUNAN.
Apa saja jenis penyakit nya langsung saja.



  1. MYSV
Jenis penyakit timun-timunan
PENYEBAB
Penyebab penyakit ini adalah MYSV(Melon Yelow Spot Virus). 
Penyakit ini memiliki Kisaran inang di semua timun-timunan. 
GEJALA
daerah dekat tulang daun menjadi hijau gelap
Diluar daerah itu,  daun berwarna hijau terang ke Kuningan. 
Buah yang terinfeksi menjadi lebih kecil, berwarna hijau gelap, dan NET tidak sempurna.
Virus di sebarkan oleh Thrips palmi dan Pelukaan. 
PENGENDALIAN
dapat dilakukan dengan memusnahkan tanaman yg terinfeksi dan, 
Pengendalian terhadap Thrips dengan INSEKTISIDA berbahan aktip berikut :

  • Prefonos
  • Imidaklopir
  • Abamectin
  • Karbosulfan
  • Piraklofos
  • Tetasipermetin dll.


 2. ZYMV
Jenis penyakit pada timun-timunan
PENYEBAB
penyakit ini adalah ZYMV(Zuchini Yellow Mozaik Virus). Penyakit ini memiliki Kisaran inang di semua timun-timunan. Pada daun dijumpai bentol² berwarna hijau tua dan letaknya tersebar. 
Ukuran daun mengecil dan tanaman menjadi kerdil. Buah berbentuk tidak normal, permukaan benjol. 
Pada taraf serangan yang parah buah menjadi tidak berbiji. 
GEJALA
Gejala nampak jelas pada Tunas. 
Virus dapat ditularkan oleh aphid dan mekanik atau pelukaan. 
PENGENDALIAN
Dapat dilakukan dengan sanitasi terhadap gulma, 
Memusnahkan tanaman yg terinfeksi dengan mengubur atau membakar
Pengendalian terhadap hama VEKTOR
Serta menggunakan varietas tahan atau Toleran. 


Baca juga :






  • Penyakit utama pada cabai



  •  3. Virus kuning / Begomovirus

    Jenis penyakit pada tanaman timun-timunan
    PENYEBAB
    penyebab penyakit ini adalah Begomovirus (domain ditemukan TLCNDV(Tomato Leaf Curl New Delhi Virus)). 
    Penyakit ini memiliki Kisaran inang di semua timun-timunan. 
    Tanaman terinfeksi menjadi kerdil, ruas percabangan memendek, helaian daun mengecil, keriting dan berbentuk seperti mangkok, terkadang disertai perubahan warna menjadi kuning. 
    Tanaman yg terserang umum nya tidak berbunga (Infeksi saat tanaman berbunga menyebabkan bunga gugur sebelum penyerbukan) 
    Virus disebarkan oleh Vektor kutu kebul/kutu putih. 
    PENGENDALIAN
    Dapat dilakukan dngan memusnahkan tanaman yg sudah terinfeksi 
    Mencabut dan memusnahkan Gulma
    Dan mengendalikan hama pembawa virus
    Peng aplikasian memakai bahan aktif sudah saya bahas di artikel sebelum nya 
    Anda bisa baca bila anda kurang memahami cara meng aplikasikan nya. 


     4. Namamaroko (NMK) 
    Penyakit pada tanaman timun-timunan
    PENYEBAB
    Penyebab penyakit ini adalah CABYV(Cucumber Aphid-Borne Yellow Virus). 
    Daun yang terserang akan mengecil dan menguning,  mengkilat seperti plastikbserta agak keras dan tebal. 
    Tulang daun utama mengkerut,  bunga betina sangat berkurang, kalaupun ada akan tlmuncul dengan tidak sempurna
    Virus CABYV disebarkan oleh kutu daun Aphid. 
    Serangan terjadi pada fase awal pertumbuhan  tanaman dapat menyebabkan menjadi kerdil. 
    Kondisi hangat lembab sangat cocok untuk perkembangan aphid,  sehingga meningkatkan resiko penularan terhadap tanaman, 
    PENGENDALIAN
    Teknik pengendalian dapat dengan mengamati perkembangan Aphid sebagai Vektor pembawa Virus.  
    Memasang perangkap kuning yg dilapisi lem perekat aga jumlah aphid dapat di tekan, 
    Memusnahkan tanaman yg sudah terinfeksi. 
    Serta pengendalian aphid dengan aplikasi INSEKTISIDA berbahan aktif berikut :
    • Abamektin
    • Delta metrin
    • Alfa sipermetrin

     5. Bacterial Fruit Blotch
    Penyakit pada tanaman timun-timunan
    PENYEBAB
    Penyebab penyakit ini adalah Bakteri Acidovorax Avenae subs, Citrulli. 
    Penyakit ini memiliki Kisaran inang disemua timun² an. Terutama Melon, Labu, dan Semangka. 
    Permukaan kulit buah memar seperti tersiram air panas,  berwarna abu-abu kusam atau hijau tua. 
    Terdapat bagian yang busuk pada buah, gejala lanjut buah kopyor. 
    GEJALA
    Pada daun menguning dan buah menjadi kopyor
    Penyakit berkembang pada daerah yg panas dengan kelembaban tinggi. 
    Bakteri ini bersifat terbawa benih dan dapat menyerang semua bagian tanaman. 
    PENGENDALIAN
    Pengendalian dapat dilakukan dengan perbaikan saluran air agar tanah tdk tergenang
    Mengatur jarak benih dengan NaOCL, HCL dan peroxyqcetic acid. 
    Aplikasi BAKTERISIDA berbahan aktif TEMBAGA seperti :
    • Cupric hydroxide
    • Copper hidroxosulfate
    • Copper oxychloride

     6. layu Fusarium
    Penyakit pada tanaman timun-timunan
    PENYEBAB
    Penyebab penyakit ini adalah jamur Fusarium oxysporum.
    Penyakit ini memiliki Kisaran inang disemua timun-timunan.
    GEJALA
    Ditandai dengan mengusung nya separuh tanaman atau sebagian daun.
    Tanaman menjadi layu dan kering
    Apabila dibelah bagian pembuluh di batang berwarna ke cokelatan.
    Pada kondisi lembab, dapat ditemui masa jamur berwarna jingga di pangkal batang.
    Jamur dapat bertahan di tanah  dan dapat tersebar melalui alat pertanian dan air.
    PENGENDALIAN
    Dapat dilakukan dengan aplikasi FUNGISIDA berbahan aktif BENOMIL.
    Menggunakan varietas yang tahan,
    Serta melakukan pergiliran tanaman dan sanitasi Gulma.


     7. Gummy Stem Blight (Busuk Batang Berlendir) 
    Penyakit pada tanaman timun-timunan
    PENYEBAB
    Penyebab penyakit ini adalah jamur didymella bryoniae. 
    Penyakit ini memiliki Kisaran inang disemua timun²an dan bersifat terbawa benih. 
    GEJALA
    Penyakit ini dapat pada semua bagian tanaman kecuali akar
    Jaringan yg terinfeksi menunjukan titik titik hitam sebagai badan buah jamur dan pecah ketika kering
    Batang dan buah yg terinfeksi mengeluarkan getah coklat kehitaman yg mengeras. 
    PENGENDALIAN
    Dapat dilakukan dengan memperbaiki saluran air agar air tdk tergenang pergiliran tanaman selain inang,  mengatur jarak tanam yg mengurangi kelembaban, memusnahkan tanaman yg terinfeksi, menggunakan varietas tahan
    Serta aplikasi FUNGISIDA berbahan aktif berikut :

    • Heksokonazol
    • Tridemorf
    • Mankozeb
    • Tebukonazol
    • Metil Tiofanat
    • Pyraclostroblin
    • Chlorothalonil
    • Azoxystrobin
    • Kaptan
    Dan apabila pada musim hujan disarankan menggunakan bahan perekat atau surfaktan. 


     8. Powdery Mildew ( Embun Tepung) 
    Penyakit pada tanaman timun-timunan
    PENYEBAB
    Pnebab penyakit ini adalah jamur Sphaerotheca dan Erysiphe Cichoracearum. 
    Penyakit nini memiliki Kisaran inang di semua timun timunan. 
    GEJALA
    diawali dengan bercak kekuningan pada daun, bila keadaan lembab akan ditumbuhi masa jamur berwarna putih seperti tepung. 
    Bercak menjadi kecokelatan, kering, dan daun gugur. 
    Jamur berkembang pada kondisi hangat dan kelembaban tinggi. 
    Penyebaran melalui angin, percikan air, maupun terbawa secara mekanis. 
    PENGENDALIAN
    dapat dilakukan dengan mengatur jarak tanam untuk mengurangi kelembaban,
    Memusnahkan tanaman yg terinfeksi
    Serta aplikasi FUNGISIDA berbahan aktif berikut:

    • Propineb
    • Metal tiofanat
    • Tridemorf
    • Belerang
    • Menggukan varietas tahan. 



     8. Downy Mildew ( Embun Bulu/Kresek) 
    Penyakit pada tanaman timun-timunan
    PENYEBAB
    Penyebab penyakit ini yaitu jamur Pseudoperonospora cubensis yg memiliki Kisaran inang di semua timun2an. 
    GEJALA
    Pada Melon dan Ketimun gejala berupa bercak- bercak kekuningan pada permukaan daun bagian atas yg dibatasi tulang daun.
    Pada Semangka gejala berupa bercak kuning, tdk beraturan, yg selanjutnya mngering sehingga hanya tulang daun saja yg hijau. Pada saat kelembaban tinggi, dibawah permukaan daun akan nampak kumpulan jamur berwarna kehitaman.
    Kondisi yg mendukung perkembangan jamur adalah kelembaban tinggi dengan suhu 18-22°C atau hujan yg diselingi panas.
    PENGENDALIAN
    pengendalian dapat dilakukan dengan aplikasi FUNGISIDA berbahan aktif BELERANG berikut:

    • Hekaokonazol
    • Simoksanil
    • Mankozeb
    • Propineb

    Daftar isi Penyakit pada timun-timunan

    • MYSV
    • ZYMV
    • VIRUS KUNING / BEGOMOVIRUS
    • NAMAMAROKO (NMK) 
    • BACTERIAL FRUIT BLOTCH
    • LAYU FUSARIUM
    • GUMMY STEM BLIGHT( BUSUK BATANG BERLENDIR) 
    • POWDERY MILDEW(EMBUN TEPUNG) 
    • DOWNY MILDEW(EMBUN BULU/KRESEK) 

    Nah gmana sobat Petani indonesia, sekarang sudah tau kan, apa saja penyakit yg ada pada timun-timunan
    Semoga saja artikel saya bisa membantu anda yang belum mengetahui nya

    Sekian dan trimakasih sampai jumpa  di artikel saya Selanjutnya.  !!!


    Baca juga :


    Wednesday, January 10, 2018

    Hama dan penyakit utama pada cabai

    Baca juga artikel saya sebelum nya Penyakit pada terong

    Berikut ini saya akan mendeskripsikan beberapa jenis penyakit yg ada pada tanaman cabai.


    • Begomovirus/virus kuning
    Gejala tanaman yg terinfeksi begomovirus/virus kuning sangat bervariasi diantara nya daun menguning,
    keriting dan ukuran daun mengecil.
    Pada umumnya tanaman yg terinfeksi menjadi kerdil dan ruas-ruas pada percabangan memendek.
    Jika menyerang pada fase pembungaan, bunga menjadi gugur.
    Virus ini dsebarkan oleh kutu kebul/kutu putih/whitefly(Besimis tabaci).
    Teknik pengendalian dapat dilakukan dengan mengamati perkembangan kutu kebul dari awal penanaman, membuang dan memusnahkan tanaman yg telah terinfeksi, mencabut dan memusnahkan gulma yg merupakan inang alternatif dari kutu kebul.
    Pengendalian kutu kebul sebagai vektornya dengan aplikasi insektisida berbahan aktif berikut :
    Abakmektin
    Tiametoksam
    Metidation
    Diafenturion


    • Bercak bakteri
    Penyebab penyakit ini adalah bakteri Xanthomonas euvesicatoria. 
    Gejala awal pada daun berupa bercak bulat kecil, hitam dan basah.
    Sedangkan pada buah bercak berwarna cokelat kehitaman dan apabila diraba terasa cekung, kering dan mengeras.
    Pada batang, bercak berwarna hitam kecokelatan, dan nampak memanjang.
    Bakteri menyerang pada semua umur tanaman.
    Kondisi hangat Kisaran suhu 24-30°C dan kelembaban tinggi mendukung perkembangan penyakit ini.
    Penyebaran terjadi melalui cipratan air akibat hujan atau pun penyiraman.
    Teknik pengendalian dapat dilakukan dengan melakukan pergiliran tanam dengan tanaman yg bukan inang seperti kacang dan jagung, pemupukan rendah N agar tanaman tidak terlalu berair, mengatur jarak tanam agar tdk terlalu rapat.
    Melakukan pemangkasan daun-daun tua untuk mengurangi kelembaban disekitar tanaman
    Dan juga aplikasi BAKTERISIDA berbahan aktif berikut :

    1. Streptomycine
    2. Asam oksolinik
    3. Dazomet



    • Layu bakteri 


    Layu bakteri pada tanaman terong disebabkan oleh bakteri ralstonia solanacearum. Bakteri ini mempunyai kisaran inang yg sangat luas diantara nya TERONG, TOMAT dan CABAI.
    Gejala terkena penyakit ini :

    1. tanaman mendadak layu tanpa diawali gejala kekuningan pada daun. 
    2. Batang utama tampak hijau dan tegak, sedangkan tangkai daun dan helaian daun tampak layu pada siang hari
    3. Batang berwarna cokelatcokelat
    Jika pangkal batang dipotong dicelupkan pada air jernih maka akan muncul aliran bakteri menyerupai asap.
    Bakteri ini merupakan bakteri tular tanah dan dapat bertahan tanpa inang selama kurang lebih 2 tahun
    Bakteri berkembang pada suhu yg hangat, kelembaban tinggi dan curah hujan yg tinggi.

    Teknik pengendalian dilakukan dengan pergiliran tanaman, pencegahan dengan aplikasi BELERANG pada saat persiapan lahan, pemupukan rendah N agar tidak terlalu berair, mencabut tanaman yg sudah terinfeksi.
    Dan juga mengaplikasikan BAKTERISIDA berbahan aktif berikut :
    Streptomycine
    Asam oksolinik
    Dazomet 


    •  Hawar phytophthora
    Hawar phytophothora disebabkan oleh jamur phytophothora capsici. 
    Bagian tanaman yg terserang adlah daun, batang dan buah. Daun yg terserang menjadi busuk atau lodoh,  sedangkan pada batang terjadi penyempitan batang berwarna hitam dan buah yg terserang menjadi berwarna hitam dan sedikit lembek. 
    Penyakit ini berkembang pada suhu rendah dengan kelembaban tinggi. 
    Penyebaran dapat melalui percikan air dan angin. 
    Teknik pengendalian Dapat dilakukan dengan membuang dan memusnahkan bagian tanaman yg terserang, memangkas daun² tua untuk mengurangi kelembaban disekitar tanaman 
    Dan juga aplikasi FUNGISIDA berbahan aktif berikut :
    1. Dimetomorf
    2. Folpet
    3. Klorataronil
    4. Kaptam 
    5. Ziram
    6. Mankozeb
    7. Propineb
    8. Asibenzolar s-metyl dll
    Apabila pada musim penghujan disarankan menambah bahan perekat, yaa sobat Petani indonesia. 

    • Antraknosa/ patek
    Penyakit ini disebabkan oleh jamur colletotrichum sp. 
    Jamur ini menyerang buah baik muda maupun buah masak.
    Gejalanya bermula dari bercak kecil dan berkembang hampir ke seluruh permukaan buah dan menyebabkan buah menjadi busuk kering dan agak lunak.
    Dalam keadaan yg lembab, kumpulan spora yg terbentuk berwarna oranye hingga hitam tergantung jenis jamur colletotrichum yg berkembang.
    Buah yg terserang parah akan menjadi keriput dan kering.
    Suhu hangat (Kisaran 20-27°C) dan basah dapat mempercepat perkembangan penyakit ini.
    Jamur ini bersifat terbawa benih.
    Teknik pengendalian 

    1. membuang dan memusnahkan gulma dan sisa-sisa tanaman yg terinfeksi
    2. Mengatur jarak tanam agar tdk terlalu rapat sehingga kelembaban disekitar tanaman tidak berlebihan
    3. Membuang dan memusnahkan bagian tanaman yg terinfeksi
    Serta aplikasi FUNGISIDA berbahan aktif berikut:

    • Kloratalonil
    • Karbendazim
    • Propineb
    • Heksakonazol
    Pada musim hujan disarankan tambahkan lah bahan perekat.

    Dan sangat penting sekali yg perlu sobat Petani Indonesia ketahui dan di ingat²,
    Hal-hal yang paling tidak boleh dalam proses pencampuran PESTISIDA yaitu :

    1. Formulasi yang sama tapi berbeda merek dagang
    2. WP + EC
    3. Pestisida + pupuk DaunDaun
    Wajib di inget terus !!!
    Jangan berani² anda mencoba nya bila tidak ingin berdampak buruk pada tanaman anda ya sobat

    Baik semoga artikel ini bisa membantu sobat Petani indonesia yg ada dseluruh NUSANTARA.
    Sekian dan Terima kasih bagi anda yg sudah mengunjungi blog saya
    Tunggu update terbaru artikel saya selanjut nya 😉😉



    Tuesday, January 9, 2018

    Mengatasi penyakit tanaman terong


    Artikel kali ini saya bakal bahas tanaman terong tentang penyakit nya.
    Pada arikel sebelum nya Saya juga sudah bahas artikel tentang Terong Disini
    Berikut langsung saja ke topik pembahasan.

    Penyakit utama terong

    • Geminivirus/Begomovirus/virus kuning

    Gejala tanaman yg terinfeksi begomovirus/virus kuning sangat bervariasi diantara nya daun menguning,
    keriting dan ukuran daun mengecil.
    Pada umumnya tanaman yg terinfeksi menjadi kerdil dan ruas-ruas pada percabangan memendek.
    Jika menyerang pada fase pembungaan, bunga menjadi gugur.
    Virus ini dsebarkan oleh kutu kebul/kutu putih/whitefly(Besimis tabaci).
    Teknik pengendalian dapat dilakukan dengan mengamati perkembangan kutu kebul dari awal penanaman, membuang dan memusnahkan tanaman yg telah terinfeksi, mencabut dan memusnahkan gulma yg merupakan inang alternatif dari kutu kebul.
    Pengendalian kutu kebul sebagai vektornya dengan aplikasi insektisida berbahan aktif berikut :
    Abakmektin
    Tiametoksam
    Metidation
    Diafenturion 

    • Hawar phomopsis

    Penyebab penyakit ini adalah jamur phomopsis vexans. Gejala yg ditimbulkan adalah terjadi nya pembusukan pada bagian buah batang. Ciri khusus yg ditimbulkan adalah terdapat bintik² hitam pada bagian terserang dengan pola melingkar. Jika yg terseng adalah bagian pangkal batang, maka tanaman akan layu. 
    Penyebaran jamur ini dapat melalui irigasi/saluran air ataupun percikan air dan juga melalui tanah. 
    Teknik pengendalian dapa dilakukan dengan menjaga kelembaban tanaman agar tidak terlalu tinggi, membuang dan memusnahkan bagian tanaman terserang. 
    Serta aplikasi FUNGISIDA berbahan aktip berikut :
    Tebukozanol
    Mankozeb
    Difekonazol
    Heksakonazol


    •  LAYU BAKTERI 

    Layu bakteri pada tanaman terong disebabkan oleh bakteri ralstonia solanacearum. Bakteri ini mempunyai kisaran inang yg sangat luas diantara nya TERONG, TOMAT dan CABAI.
    Gejala terkena penyakit ini :

    1. tanaman mendadak layu tanpa diawali gejala kekuningan pada daun. 
    2. Batang utama tampak hijau dan tegak, sedangkan tangkai daun dan helaian daun tampak layu pada siang hari
    3. Batang berwarna cokelatcokelat
    Jika pangkal batang dipotong dicelupkan pada air jernih maka akan muncul aliran bakteri menyerupai asap.
    Bakteri ini merupakan bakteri tular tanah dan dapat bertahan tanpa inang selama kurang lebih 2 tahun
    Bakteri berkembang pada suhu yg hangat, kelembaban tinggi dan curah hujan yg tinggi.

    Teknik pengendalian dilakukan dengan pergiliran tanaman, pencegahan dengan aplikasi BELERANG pada saat persiapan lahan, pemupukan rendah N agar tidak terlalu berair, mencabut tanaman yg sudah terinfeksi.
    Dan juga mengaplikasikan BAKTERISIDA berbahan aktif berikut :
    Streptomycine
    Asam oksolinik
    Dazomet 
     Dan sangat penting sekali yg perlu sobat Petani Indonesia ketahui dan di ingat²,
    Hal-hal yang paling tidak boleh dalam proses pencampuran PESTISIDA :

    1. Formulasi yang sama tapi berbeda merek dagang
    2. WP + EC
    3. Pestisida + pupuk DaunDaun
    Wajib di inget terus !!!
    Jangan berani² anda mencoba nya bila tidak ingin berdampak buruk pada tanaman anda ya sobat

    Baik semoga artikel ini bisa membantu sobat Petani indonesia yg ada dseluruh NUSANTARA.
    Sekian dan Terima kasih bagi anda yg sudah mengunjungi blog saya
    Tunggu update terbaru artikel saya selanjut nya 😉😉


    Bahaya Pestisida

    Malem sobat bloger
    Kembali disini saya akan berbagi artikel lagi tentang bahaya nya obat PESTISIDA bagi kesehatan mahluk hidup/Manusia
    Tak perlu lama-lama langsung saja ke topik kita 😄😉

    Menurut WHO (Word Health Organization) diperkirakan
    Terdapat 3 juta kasus keracunan pestisida setiap tahun nya, dengan angka kematian mencapai 220.000.


    Dalam kadar tertentu pestisida dapat 
    Berpengaruh pada kesehatan saraf :
    >> Penurunan daya ingat (memory loss) 
    >> Penurunan kemampuan koordinasi
    >> Penurunan kecepatan respon pada rangsangan
    >> Penurunan penglihatan
    >> Penurunan kemampuan motorik (gerak) 

    Selain berpengaruh pada saraf terpapar
    Pestisida dalam konsentrasi tertentu dalam
    Waktu yg lama dapat menyebabkan :
    >> Asthma
    >> Alergi dan hipersensitivitas
    >> Kanker
    >> Gangguan hormonal
    >> Gangguan reproduksi dan perkembangan janin


    Sedikit pengertian tentang PESTISIDA !!
    PESTISIDA tersusun atas bahan aktif yg mampu membunuh organisme target,
    Dan bahan yg bersifat inert yg membantu bahan aktif bekerja lebik efektif.
    Bahan tersebut bersifat racun jika terhirup maupun jika terserap kulit. 

    Berikut ini mungkin prosedur keamanan penggunaan PESTISIDA atau rekomendasi yg dapat saya berikan kepada para pengguna pestisida khusus nya sobat Petani indonesia :
    >> Gunakan sarung tangan
    >> Gunakan kaca mata
    >> Gunakan sepatu boots
    >> Gunakan masker
    >> Gunakan respirator
    >> Dan paling penting yg perlu di ingat setelah anda menggunakan PESTISIDA yaitu 
    Cuci tangan dan muka setelah selesai Wajib!! 

    Di inget² ya sobat bloger Petani indonesia, karena keselamatan kita lebih penting.
    Mudah-mudahan arikel ini bisa memberi anda sedikit pengetahuan tentang bahaya nya PESTISIDA bagi Manusia
    Kalo buat hama mah ya gak papa ya sobat heheehe

    Sekian dulu artikel saya kali ini
    Tuggu update an artikel saya selanjut nya
    Terima kasih sudah mengunjungi blog ini.


    Artikel terkait

    Bagaimana cara mengatasi penyakit Patek/antraknosa atau krepek

    Bagaimana sih cara mengatasi penyakit patek /antraknosa/krepek pada tanaman cabai??  Petani memang sedikit dbuat kewalahan dengan penyakit...